KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Alhamdulillah. Puji syukur kehadirat Allah SWT senantiasa kita ucapkan. Atas karunia-Nya berupa nikmat iman dan kesehatan ini akhirnya penulis bisa menyelesaikan makalah bertema Pancasila. Tidak lupa shawalat serta salam tercurahkan bagi Baginda Agung Rasulullah SAW yang syafaatnya akan kita nantikan kelak.
Artikel berjudul “Belajar Di Rumah Dengan Siswa-Siswi SDN Ploso III” merupakan sedikit contoh implementasi nilai-nilai Pancasila di sekitar kita. Isi makalah ini membahas Belajar secara online / Daring dirumah.
Adapun penulisan Artikel berjudul “Belajar Di Rumah Dengan Siswa-Siswi SDN Ploso III” ini dibuat untuk Literasi Perpustakaan , tetapi juga pengembangan terkait yang kita dapat dari orang tua murid dan pada KS dan dewan guru. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung serta membantu penyelesaian Artikel ini . Harapannya, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Dengan kerendahan hati, penulis memohon maaf apabila ada ketidaksesuaian kalimat dan kesalahan. Meskipun demikian, penulis terbuka pada kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah.
Wassalamualaikum wr.wb
Surabaya, 16-9-2020
Jarwiningsih, S.Pd
BELAJAR DIRUMAH DENGAN SISWA-SISWI SDN PLOSO III
Belajar dari rumah telah menjadi bagian dari 'new normal' warga Indonesia dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi virus corona. Namun kendala infrastruktur dan teknologi membuat adanya kesenjangan pendidikan antar orangtua dan guru.
"Berdasarkan survei dari orang tua dan murid, hambatan terbesar yang dihadapi murid saat belajar dari rumah adalah kurangnya akses internet dan perangkat elektronik yang mendukung,“Orang tua juga harus fokus pada kewajiban lain untuk menghidupi keluarga mereka, yang akhirnya membuat mereka kurang memiliki waktu untuk membantu anak-anak mereka.” Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Indonesia menyiarkan program TV “Belajar dari Rumah” SBO salah satu program TV yang digunakan dalam media pembelajaran terutama di Surabaya, untuk membantu anak-anak belajar dari rumah. Program tersebut, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyiarkan acara dari Senin hingga Jumat untuk anak-anak usia sekolah dari prasekolah hingga Sekolah Menengah Atas yang mencakup berbagai bidang, termasuk program pengasuhan anak.
Untuk membantu menilai efektivitas program, DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA telah mendukung otoritas pendidikan untuk melakukan survei rutin yang melibatkan guru, orang tua dan anak-anak. Survey yang dikirim melalui Link Microsoft 365 atau Gogle Form, ini dilakukan untuk mengumpulkan umpan balik tentang kegiatan pembelajaran di rumah untuk memastikan setiap murid menerima dukungan yang mereka butuhkan. Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan materi pembelajaran offline dan menyusun pedoman untuk mencegah dan merespons COVID-19 di sektor pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten.
Ditutupnya sekolah bukan berarti kegiatan pembelajaran juga berhenti. “kata beberapa siswa, di Sekolah Dasar Negeri Ploso III , ada yang masih senang belajar di rumah dan ada juga yang merasa tidak senang dengan adanya Belajar Dirumah (BDR). Disamping itu banyak orang tua yang tidak bisa menggunakan IT itu adalah salah satu dampak negatif yang sangat besar karena tidak bisa mengerjakan ataupun mencatat materi pembelajaran yang diberi oleh Guru masing-masing sedangkan dengan adanya kondisi seperti ini dan wajib belajar secara Daring dan selalu online mengikuti info-info yang diberitaukan digrup WA ,selanjutnya sekolah memberikan kompensasi kepada orangtua untuk mengambil materi dan soal selama seminggu kedepan kesekolah tetap memperhatikan protocol kesehatan yang di sampaikan dari sekolah (contoh memmakai masker, cek suhu, cuci tangan, semprot disinfektan yang sudah ada disekolah sebelum masuk keruangan. Disamping itu sesebagian besar mereka secara rutin menonton program “Belajar dari Rumah” di TV SBO dan mengikuti pembelajaran online ketika diperlukan.
Selama ia berada di rumah, ada juga melakukan berbagai aktivitas lain di dalam rumah. Ia suka membantu ibunya membuat kue,menyiram tanaman setiap hari, membantu cuci piring atau pakaian , ia juga suka menari, hobi baru yang mulai sering ia lakukan bersama kakak dan kedua orang tuanya.
Beberapa Contoh Pembelajaran Karakter Dirumah
Sama seperti anak-anak lain seusianya, tinggal di rumah tidak mudah bagi mereka . Tujuh bulan terasa seperti waktu yang lama bagi anak-anak dan orang tua.
"Saya tidak suka karena saya tidak bisa bertemu teman-teman dan guru saya," katanya. Ibunya juga memperhatikan bahwa beberapa anak tampak bosan di waktu-waktu tertentu dan sangat ingin kembali ke sekolah.
"Saya berharap virus ini akan segera hilang sehingga semua kegiatan dan yang lainnya dapat kembali normal lagi," kata salah satu wali murid.
Sementara itu, ada beberapa anak bahkan dinilai tidak dapat memahami instruksi guru berdasarkan proses belajar daring. Selain itu, dampak psikososial dari pembelajaran yang dilakukan selama pandemi juga, menurut dia, cukup mengkhawatirkan. Semoga Pandemi ini tidak berlarut-larut dan semua Warga Negara Indonesia khususnya melakukan kegiatan dan aktifitas seperti sedia kala.









